Bab I
Perubahan Sosial
A. Masyarakat dan Kebudayaan
Setiap hari kita bergaul atau berkumpul dengan teman-teman, mengadakan komunikasi dan sebagainya. Sedikitnya setiap anggota sadar akan adanya anggota lain, dan mau tidak mau kita memperhatikan adanya orang lain. Apakah uraian tersebut di atas adalah pengertian masyarakat?
Pengertian masyarakat:
Istilah masyarakat berasal dari bahasa Arab syaraka yang aslinya ikut serta atau berpartisipasi. Sedangkan dalam bahasa Inggris, masyarakat adalah society, yang pengertiannya menyangkut interaksi sosial, perubahan-perubahan sosial, dan rasa kebersamaan.
Untuk lebih jelasnya marilah kita simak beberapa pendapat tentang masyarakat:
- Ralph Linton, mengertikan bahwa masyarakat merupakan suatu kelompok manusia yang telah hidup dan bekerjasama dalam waktu cukup lama, sehingga dapat mengatur dan menganggap diri mereka sebagai satu kesatuan sosial dengan batas-batas yang jelas.
- Selo Soemardjan, mengartikan bahwa masyarakat adalah orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan.
- Emile Durkhein, mengartikan bahwa masyarakat adalah suatu kegiatan objektif individu-individu yang merupakan anggotaanggotanya.
- Paul. B. Horton, mengartikan bahwa masyarakat adalah sekumpulan manusia yang secara relative mandiri hidup bersama-sama cukup lama, mendiami suatu wilayah tertentu, memiliki kebudayaan yang sama, dan melakukan sebagian besar kegiatan dalam kelompok itu.
Definisi masyarakat adalah golongan besar atau kecil terdiri dari beberapa manusia, yang dengan sendirinya bertalian secara golongan dan pengaruh mempengaruhi satu sama lain.
Pengertian kebudayaan dalam bahasa Inggris “culture”, bersumber dari perkataan latin “colere” yang berarti mengolah, mengerjakan, mengembangkan dan menyuburkan. Secara etinuologi bahasa Indonesia kebudayaan berasal dari bahasa sansekerta “buddhayah” yaitu
bentuk jamak dari “budhi”, yang berarti budi pekerti atau akal pikiran.
Marilah kita simak beberapa pendapat tentang kebudayaan:
- Koentjaraningrat, mengartikan bahwa kebudayaan adalah keseluruhan manusia dari kelakuan dan hasil kelakuan yang harus didapatkannya dengan belajar, dan semua itu tersusun dalam kehidupan masyarakat.
- Selo Soemardjan dan Soelaeman Soenardi, kebudayaan merupakan semua hasil karya, cipta, dan rasa masyarakat.
- E.B. Tylor, mengartikan bahwa kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan lain kemampuan-kemampuan serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat.
Kebudayaan terdiri atas segala sesuatu yang dipelajari dari pola-pola perilaku normatif, yaitu mencakup segala cara atau pola-pola berfikir, bertindak dan merasakan. Seseorang yang meneliti kebudayaan tertentu, misalnya akan sangat tertarik oleh objek-objek kebudayaan seperti rumahrumah adat, mode pakaian, kontruksi bangunan, alat-alat komunuikasi, menjamurnya mal-mal di perkotaan, dan sebagainya. Seseorang sosiolog
biasanya tertarik kepada pola-pola perilaku yang membentuk struktur sosial di masyarakat (Robert. L. Sutherland, 196:30-31).
Masyarakat menyenangi hal-hal baru terutama untuk memper-mudah kehidupannya. Masyarakat yang dinamis cenderung terus bergerak dan menciptakan inovasi-inovasi.
Setiap masyarakat pasti mengalami perubahan. Kita adalah bagian dalam lingkungan tersebut, tentu kita menyadari perubahan-perubahan tersebut dalam kehidupan kita. Begitu pula bahwa perubahan bukan terjadi pada individu-individu lain yang menjadi komponen dalam masyarakat dengan sistem sosialnya.
B. Pengertian Perubahan Sosial
Perubahan yang terjadi di dalam masyarakat berupa perubahan norma-norma sosial, nilai-nilai sosial, interaksi sosial, pola-pola perilaku, organisasi sosial, lembaga kemasyarakatan, lapisan-lapisan masyarakat, susunan kekuasaan, dan wewenang. Begitu luasnya bidang-bidang perubahan itu sehingga perlu ditentukan batasan pengertian perubahan sosial.
Sejumlah ahli mengungkapkan pendapatnya tentang perubahan sosial.
- Menurut Prof. Selo Soemardjan, perubahan sosial adalah perubahan-perubahan yang terjadi pada lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang mempengaruhi sistem sosialnya.
- Menurut William. F. Ogburn mengemukakan bahwa perubahan sosial meliputi unsur-unsur kebudayaan, baik yang material maupun yang inmaterial, terutama yang menekankan pada pengaruh yang besar dari unsur-unsur kebudayaan material terhadap kebudayaan inmaterial.
- Menurut Kingsley Davis, perubahan sosial adalah perubahanperubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat.
- Menurut Samuel koening, bahwa perubahan sosial dalam masyarakat menunjuk pada modifikasi-modifikasi yang terjadi dalam pola-pola kehidupan manusia karena sebab-sebab intern dan ekstern.
- Menurut Gillin dan Gillin, perubahan sosial adalah suatu variasi dari cara-cara hidup yang telah diterima yang disebabkan perubahan-perubahan kondisi geografis, kebudayaan material, komposisi penduduk, ideologi maupun oleh adanya difusi ataupun penemuan-penemuan baru dalam masyarakat.
- Menurut Robert M.I Lawang, perubahan sosial adalah proses ketika dalam suatu sistem sosial terdapat perbedaan-perbedaan yang dapat diukur yang terjadi dalam suatu kurun waktu tertentu.
- Menurut Max Iver, bahwa perubahan sosial adalah perubahanperubahan dalam hubungan sosial, atau perubahan terhadap keseimbangan sosial tersebut.
Dari beberapa pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa perubahan sosial adalah perubahan yang berkenaan dengan kehidupan masyarakat termasuk didalamnya perubahan sistem stratifikasi sosial, sistem nilai dan norma sosial, proses-proses sosial, struktur sosial, pola sikap dan tindakan sosial warga masyarakat, serta lembaga-lembaga
kemasyarakatannya dalam suatu kurun waktu tertentu.
C. Proses Perubahan Sosial
Perubahan sosial berproses di dalam masyarakat dan mengubah masyarakat secara keseluruhan secara bertahap. Perubahan sosial terjadi akibat adanya perubahan baik yang bersifat intern (dari dalam masyarakat itu sendiri), maupun datangnya pengaruh dari luar.
Misalnya, berkat adanya penemuan mesin-mesin industri di Inggris berkembanglah revolusi industri.
Perubahan-perubahan sosial tersebut secara konkret tampak jelas dengan berkembangnya benda-benda budaya masyarakatnya, seperti perubahan bentuk rumah, perabot rumah tangga, alat-alat komunikasi dan transportasi, mata pencaharian dan lain sebagainya.
Proses perubahan selalu terjadi pada masyarakat, baik secara lambat maupun secara cepat dan perubahan-perubanhan tersebut ada yang direncanakan atau yang tidak direncanakan dan ada yang dikehendaki dan ada yang tidak dikehendaki.
D. Bentuk-bentuk Perubahan Sosial
Dilihat dari segi bentuknya perubahan sosial itu mempunyai beberapa bentuk:
1. Perubahan Lambat dan Perubahan Cepat
Perubahan yang berlangsung lambat (evolusi) merupakan perubahan yang memerlukan waktu yang lama, karena terjadi dengan sendirinya tanpa direncanakan dimana terdapat suatu rentetan perubahan kecil yang saling mengikuti dengan lambat. Perubahan ini
merupakan sebagian kecil usaha masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan keperluan dan kondisi yang sejalan dengan pertumbuhan masyarakat.
Teori tentang evolusi sosial ini menurut Alex Inkeles dalam bukunya What is Sociology (1965) dapat di golongkan ke dalam beberapa kategori sebagai berikut:
- Unilinear Theories Of Education
- Universal Theory Of Evolution
- Multilined Theories Of Evolution
Selain perubahan bersifat lambat, perubahan sosial budaya juga bersifat atau berlangsung cepat dan menyangkut sendi-sendi pokok kehidupan masyarakat yang dinamakan revolusi. Perubahan sosial budaya secara cepat sering menimbulkan disintegrasi dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan politik.
Revolusi akan terjadi apabila terdapat syarat-syarat dibawah ini:
a. Adanya suatu keinginan umum untuk mengadakan suatu perubahan.
b. Adanya seorang pemimpin atau sekelompok orang yang dianggap
mampu memimpin masyarakat tersebut.
c. Pemimpin tersebut mampu menampung aspirasi masyarakat untuk
merumuskan program-program atau arah gerakan.
d. Pemimpin tersebut harus dapat menunjukan suatu tujuan kepada
masyarakat.
e. Harus ada momentum, untuk bergerak pada saat yang tepat.
2. Perubahan Kecil dan Perubahan Besar
Perubahan kecil yaitu perubahan-perubahan yang terjadi pada unsur-unsur masyarakat yang tidak membawa pengaruh langsung atau kurang berarti bagi masyarakat. Perubahan mode rambut, mode pakaian, misalnya tidak akan membawa pengaruh kepada masyarakat
secara keseluruhan, karena tidak menimbulkan perubahan terhadap lembaga kemasyarakatan. Berbeda dengan proses industrialisasi dapat membawa pengaruh besar terhadap keseluruhan unsur dalam masyarakat agraris. Lembaga-lembaga kemasyarakatan yang terdapat dilingkungan masyarakat akan ikut terpengaruh.
3. Perubahan yang Dikehendaki (direncanakan) dan Perubahan
Perubahan yang direncanakan (planned change), yaitu perubahanperubahan sosial yang sebelumnya telah dikehendaki atau diprogramkan terlebih dahulu oleh warga masyarakatnya. Pihak yang menghendaki perubahan-perubahan dinamakan agent of change, yaitu seseorang atau kelompok orang yang dipercayai untuk melakukan
perubahan oleh warga masyarakatnya.
Masyarakat dipengaruhi dengan cara-cara tertentu dan dengan perencanaan terlebih dahulu yang disebut rekayasa sosial, atau dinamakan perencanaan sosial (social planning).
Perubahan sosial yang tidak direncanakan berlangsung di luar pemikiran atau jangkauan masyarakat serta menimbulkan konsekuensi sosial yang tidak dikehendaki, seperti terjadinya masa penjajakan yang memunculkan diskriminasi sosial dalam masyarakat Indonesia.
Perkembangan teknologi komputer, internet merupakan faktor pendorong perubahan
bidang teknologi dan pengetahuan
E. Faktor-faktor yang Mendorong Jalannya Proses Perubahan
1. Kontak dengan Kebudayaan Lain
Difusi merupakan salah satu proses penyebaran kebudayaan dari satu individu kepada individu lain dari satu masyarakat ke masyarakat lain. Dengan proses tersebut, manusia mampu menghimpun penemuan-penemuan baru dan diberikan pada masyarakat luas
sehingga masyarakat dapat menikmati kegunaannya. Proses difusi dalam masyarakat harus diiringi dengan kontak yang berlangsung secara terus menerus.
Difusi antar masyarakat dipengaruhi oleh:
1. Adanya kontak antara antara masyarakat-masyarakat tersebut
2. Ada tidaknya unsur-unsur kebudayaan yang menyaingi unsur-unsur penemuan.
3. Kemampuan untuk mendemonstrasikan manfaat-manfaat penemuan baru.
4. Peranan masyarakat yang menyebarkan penemuan baru.
5. Paksaan untuk menerima penemuan baru.
6. Pengakuan akan kegunaan penemuan baru.
Difusi memperkaya dan menambah unsur-unsur kebudayaan, yang memerlukan perubahan-perubahan dalam lembaga-lembaga kemasyarakatan.
2. Sistem Pendidikan Formal yang Maju
Pendidikan memberikan nilai-nilai bagi manusia untuk mengarah kepada pikiran secara ilmiah dan mampu menerima hal-hal yang baru.
Pendidikan yang maju dalam lingkungan masyarakat akan mendorong masyarakat untuk melakukan perubahan.
3. Sikap Menghargai Hasil Karya Seseorang dan Keinginan untuk Maju
Setiap manusia dalam kehidupannya mempunyai keinginan yang berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. Apabila anggota masyarakat memiliki sikap menghargai hasil karya yang di buat oleh seseorang hal ini akan mendorong penemuan-penemuan baru.
Sistem pendidikan formal yang maju merupakan faktor perubahan dan berpengaruh besar terhadap perubahan.
Dengan adanya penghargaan tersebut manusia akan termotivasi berkarya terus untuk menciptakan perubahan-perubahan baru yang bermanfaat untuk kehidupan masyarakat.
4. Toleransi atau Memiliki Sikap Mau Menerima Hal-hal Baru
Toleransi sebagai suatu sikap membiarkan individu atau kelompok lain sesuai dengan aturan yang berlaku. Rasa toleransi ini penting ditanamkan kepada setiap masyarakat, karena dalam setiap perubahan terdapat perbuatan-perbuatan yang tidak sesuai dengan kebiasaankebiasaan yang berlaku dalam masyarakat.
5. Sistem Terbuka dalam Lapisan-lapisan Masyarakat
Sistem terbuka yang terjadi pada masyarakat memungkinkan banyaknya kesempatan untuk lebih maju sesuai dengan kemampuannya dan dapat memotivasi seseorang untuk lebih inovatif.
6. Penduduk yang Heterogen
Masyarakat terdiri dari kelompok-kelompok sosial yang terdiri dari berbagai ragam ideologi, kebudayaan, ras dan hal-hal lain yang berbeda. Dengan adanya latar belakang yang berbeda maka akan mempermudah terjadinya pertentangan yang menyebabkan guncangan dan akan memunculkan hal-hal baru sehingga menimbulakan
perubahan pada masyarakat.
7. Ketidakpuasan Masyarakat Terhadap Bidang Kehidupannya
Bidang-bidang kehidupan dalam masyarakat kadangkadang tidak sesuai dengan kondisi dilingkungan masyarakat sekitar. Dari adanya ketidaksesuaian tersebut akan menimbulkan ketidak puasan dalam masyarakat. Dengan adanya ketidakpuasan masyarakat dalam bidang kehidupan akan menimbulkan gejolak. Sebagai contoh, dalam bidang perekonomian kenaikan harga-harga kebutuhan hidup masyarakat yang membungbung tinggi, sedangkan lapangan pekerjaan semakin sempit dan adanya ketidakseimbangan upah pekerja dengan biaya hidup masyarakat.
8. Orientasi Kemasa Depan
Setiap manusia memiliki harapan, keinginan, dan cita-cita. Untuk mencapai cita-cita setiap individu diharapkan memiliki pandangan kemasa depan dengan tidak melupakan masa lalu. Individu yang mempunyai pandangan kemasa depan pasti dalam kehidupannya terus bergerak menciptakan hal-hal baru sesuai dengan yang diharapkannya.
9. Nilai Bahwa Manusia Harus Senantiasa Berikhtiar untuk Memperoleh Kehidupannya
Setiap manusia wajib berikhtiar untuk mencapai kehidupan yang lebih baik, sehingga keinginannya dapat tercapai dengan yang diharapkan. Soejono Soekamto menyebutkan adanya faktor intern dan ekstern yang menyebabkan perubahan sosial.
a. Faktor intern
1. Bertambah dan berkurangnya penduduk.
2. Penemuan-penemuan baru (discovery and innovation)
3. Konflik dalam masyarakat meliputi konflik antar individu, antar kelompok, individu
dengan kelompok atau antar generasi.
4. Terjadinya pemberontakan atau revolusi di dalam tubuh masyarakat.
Ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang kehidupan dapat mendorong terjadinya perubahan sosial yang cukup besar pengaruhnya.
b. Faktor ekstern
1. Alam yang berubah.
2. Peperangan.
Pengaruh kebudayaan lain melalui difusi (penyebaran unsur kebudayaan), akulturasi (pembauran yang masih terlihat batasbatasnya) dan asimilasi (pembauran yang sudah tidak tampak batasnya).
F. Faktor-faktor Penghamabat Perubahan Sosial Budaya
Selain faktor pendorong, perubahan sosial budaya juga memiliki faktor-faktor penghambat.
1. Kurangnya Hubungan dengan Masyarakat Lain
Masyarakat yang terasing menyebabkan ketidaktahuan perkembangan yang terjadi pada masyarakat lain yang dapat memperkaya kebudayaannya. Apabila dalam lingkungan masyarakat tidak terjadi interaksi dengan masyarakat lainnya akan menyebabkan penghambat bagi terjadinya suatu perubahan.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta arus globalisasi telah membawa perubahan dasar pada semua aspek kehidupan manusia.
Bagaimana menurut pendapat anda bila terjadi pada masyarakat yang terisolir seperti di Baduy dalam dan bagaimana dampak positif dan negatifnya
2. Perkembangan Ilmu Pengetahuan yang Terlambat
Ilmu pengetahuan merupakan hasil dari pemikiran individu dan bertujuan untuk membuka cara pemikiran masyarakat dalam menyikapi kehidupannya. Apabila masyarakat kurang memiliki ilmu pengetahuan maka perubahan di masyarakat akan terlambat pula.
3. Sikap Masyarakat yang Tradisional
Maysarakat yang mengagungkan tradisi dan masa lampau memiliki kehidupan sosial yang pasif atau statis, serta sulit menerima perubahan. Misalnya kehidupan di masyarakat yang masih berlaku matrilineal yang terdapat di masyarakat Minangkabau.
4. Adanya Kepentingan yang Telah Tertanam dengan Kuat
Adanya kepentingan-kepentingan tersebut biasanya dibawa oleh kelompok atau golongan tertentu. Golongan tersebut sukar sekali menempatkan kedudukannya di dalam proses perubahan.
5. Rasa Takut Akan Terjadinya Kegagalan pada Integrasi Kebudayaan
Integrasi merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan terutama dalam kebudayaan, masyarakat merasa takut integrasi kebudayaannya menjadi gagal. Hal ini akan menghambat proses terjadinya perubahan.
6. Prasangka Terhadap Hal-hal Baru atau Sikap Tertutup
Masyarakat yang pernah dijajah merasa mempunyai perasaan tidak percaya terhadap hal-hal baru, hal ini disebabkan pengalaman pahit pada zaman penjajahan. Sikap yang demikian akan mempersulit masuknya unsur-unsur budaya asing sehingga mempersulit terjadinya perubahan.
7. Hambatan-hambatan yang Bersifat Ideologis
Setiap usaha pemantapan perubahan unsur budaya rohaniah tertentu, diartikan berlawanan dengan prinsip ideologi masyarakat yang sudah menjadi integrasi masyarakat tersebut.
Ciri-ciri proses perubahan sosial:
- Tidak ada masyarakat yang terhenti perkembangannya karena masyarakat mengalami perubahan yang terjadi secara lambat dan secara cepat.
- Antar lembaga sosial yang ada dalam struktur sosial masyarakat yang saling berkaitan. Oleh karena itu, perubahan yang terjadi pada suatu lembaga sosial menyebabkan perubahan pada lembaga sosial lainnya.
- Perubahan sosial yang berlangsung secara cepat menyebabkan terjadinya disorganisasi dalam arti masyarakat berada dalam tahap menyesuaikan diri. Setelah itu masyarakat akan melakukan reorganisasi (pemantapan kaidah nilai-nilai yang baru).
- Perubahan tidak dapat di batasi pada bidang kebendaan atau bidang spiritual saja karena kedua bidang tersebut saling berkaitan.
Mendasar diri pada “kegagahan” kacamata kuda dari logika positivistic yang hanya mengetahui satu sumber kebenaran, arus utama yang kini mendominasi bangsa Indonesia
selalu memahami dan menempatkan realitas kehidupan dalam dua sisi yang saling bertentangan secara diametral. Suatu pendekatan oposisi biner yang membagi dunia dalam dua kutub plus minus, sekali dan seelamanya, tidak lebih tidak kurang.
Nampaknya belum terbesit dalam pikiran dan nurani kelompok pendukung ideologi tertentu untuk memdudukkan ideologi lebih sebagai masalah “partisipasi” (daripada dominasi atau manipulasi), sebagaimana dipahami Gramsci dan Bakhtin. Dalam arti luas, ideologi lebih merupakan persoalan “Pandangan Dunia” (Worldview) daripada propaganda partisan. Jadi
ideologi adalah sistem kepercayaan yang komprehensif yang di ikuti oleh berbagai kelompok sosial, dan dengan berbagai macam alasan. Meminjam analisis tersebut, seyogyanya kita menempatkan diri sebagai tenda besar bagi keragaman kelompok pendukung dan simpatisannya. Semua individu dan kelompok memiliki peluang yang sama untuk mendefinisikan “Apa”, “Siapa” dan “Bagaimana” menjadi komponen bangsa yang baik. Kita berharap, pendekatan cultural menjadi semacam tenda besar bagi bangsa karena mempertimbangkan dan menyantuni realitas masyarakat Indonesia yang plural, multikultural, dan,ultireligi dalam wacana dan gerakan penyuluhan tenda besar bagi masyarakat karena mengusung semangat kebersamaan antar golongnya di kalangan internal menuju tercapainya masyarakat madani.
Acuan utama bagi terwujudnya masyarakat Indonesia yang multikultural adalah multikulturalisme, yaitu sebuah ideologi yang mengakui dan mengagungkan perbedaan dalam kesederajatan, baik secara individual maupun secara kebudayaan.
- Masyarakat merupakan suatu kumpulan manusia yang mempunyai keinginan yang berbeda-beda sehingga mengakibatkan terjadinya perubahan-perubahan.
- Setiap masyarakat akan mengalami perubahan, perubahan yang terjadi dalam masyarakat dapat diketahui dengan membandingkan keadaan masyarakat pada masa sekarang dengan keadaan pada masa lalu.
- Perubahan sosial dan kebudayaan sulit untuk ditarik garis pemisahnya. Karena tidak ada masyarakat yang tidak dimiliki kebudayaan dan begitu juga sebaliknya.
- Perubahan yang terjadi dalam masyarakat dapat terjadi secara cepat dan lambat tergantung pada masyarakat dilingkungannya sebagai pelaku perubahan sosial budaya. Perubahan sosial adalah segala perubahan pada lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang mempengaruhi sistem sosialnya termasuk sikap, pola perilaku, nilai-nilai.
- Modernisasi berkaitan erat dengan globalisasi. Globalisasiadalah proses menyatunya dunia ke dalam satu kesatuansistem atau kaidah yang sama sedangkan modernisasimerupakan suatu proses perubahan dari kehidupantradisional ke teknologis menuju kearah pola-pola ekonomisdan politis. Proses ini berpengaruh terhadap keberadaanbangsa.
- Globalisasi harus didukung oleh sumber daya manusia yangmaju serta didukung oleh kesiapan dari sumber dayamanusia yang maju serta di dukung oleh kesiapan darisumber daya manusia dalam menghadapi era globalisasiyang sedang terjadi pada saat ini.
Dampak Perubahan Sosial
A. Disorganisasi dan Reorganisasi
Organisasi merupakan artikulasi dari bagian-bagian yang merupakan suatu kesatuan fungsional atau suatu keadaan adanya keserasian pada bagian-bagian dari suatu kebulatan, sedangkan reorganisasi adalah suatu keadaan adanya ketidakserasian pada bagian-bagian dari suatu kebulatan atau suatu proses pembentukan norma-norma baru agar serasi dengan lembaga kemasyarakatan yang telah mengalami perubahan.
Seperti kita ketahui pengaruh perubahan sosial terhadap kehidupan masyarakat yang berakibat positif berarti akan melahirkan kondisi hidup yang integratif. Apakah yang dimaksud dengan integratif dan disintegratif itu akan kita pelajari dalam bab ini.
B. Integrasi dan Disintegrasi
Pengaruh perubahan sosial terhadap kehidupan masyarakat yang bersifat positif berarti akan melahirkan kondisi yang integratif sedangkan yang membawa pengaruh negatif akan menciptakan kondisi hidup yang disintegratif atau disorganisasi. Disintegrasi yaitu memudarnya kesatupaduan dalam organisasi dan solidaritas antara yang kolektif, golongan, dan kelompok dalam suatu masyarakat. Situasi disintegrasi dipengaruhi oleh timbulnya ketidaksepahaman diantara anggota, tidak patuh terhadap norma-norma yang berlaku, tidak berfungsinya sanksi-sanksi, menurunnya kewibawaan tokoh-tokoh
masyarakat dan sebagainya.
Bentuk perubahan sosial yang cenderung membawa kondisi disintegrasi yaitu perubahan sosial yang berbentuk revolusi dan perubahan yang pengaruhnya besar serta perubahan yang tidak dikehendaki contohnya antara lain sebagai berikut:
- Disintegrasi masyarakat karena bentuk perubahan yang berlangsung secara tidak sengaja. Contoh adanya tindak kriminal, kesenjangan sosial, dan pengangguran.
- Disintegrasi masyarakat karena bentuk perubahan yang pengaruhnya besar, contohnya proses industrialisasi dan akan menimbulkan cultural log (kesenjangan kebudayaan) contohnya teknologi pertanian yang begitu pesat, menurunnya sistem pengolahan lahan pertanian, dan mekanisasi dengan diperkenalkannya pengolahan dengan traktor.Proses industrialisasi juga dapat memunculkan kelompok majikan dan buruh. Bila kedua lapisan tersebut tidak dibina proses interaksinya dengan baik, maka akan muncul disintegrasi. Misalnya, konflik antara majikan dengan buruh yang akan mengganggu jalannya roda perusahaan. Selain itu juga, disintegrasi terjadi dalam kehidupan masyarakat sebagai akibat perubahan sosial, misalnya konsumelisme, individualistis, hedomisme, dan materialistis.
- Disintegrasi masyarakat karena perubahan sosial budaya secara revolusi. Revolusi merupakan perubahan yang berlangsung secara cepat dan radikal. Melalui revolusi fisik yaitu peperangan yang terjadi pada suatu negara contohnya perang Israel dan Libanon, akan dapat merusak struktur politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Setelah mengetahui tentang integrasi dan disintegrasi tentu kita ingin mengetahui bagaimana proses perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat yang akan kita pelajari pada bab ini.
1. Proses Perubahan Sosial
Perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat mengalami suatu proses dalam pembentukannya dan menimbulkan dampak atau akibat dalam kehidupan masyarakat yang akan diuraikan berikut ini:
a. Penyesuaian masyarakat terhadap perubahan.
Keserasian masyarakat merupakan suatu keadaan diantara lembaga-lembaga kemasyarakatan yang utama. Setiap individu dalam masyarakat merasa tentram, disebabkan tidak adanya pertentangan dalam masyarakat dapat tercipta dari suatu keadaan
yang tidak serasi.
b. Disorganisasi dan reorganisasi.
Organisasi merupakan artikulasi dari bagian-bagian yang merupakan suatu kesatuan fungsional sedangkan disorganisasi adalah suatu keadaan adanya ketidakserasian pada bagian-bagian dari suatu kebulatan.
Integrasi atau disorganisasi dapat dirumuskan sebagai suatu proses adanya norma-norma dari nilai-nilai dalam masyarakat. Sedangkan reorganisasi adalah suatu proses pembentukan normanorma baru agar serasi dengan lembaga kemasyarakatan yang telah
mengalami perubahan.
c. Saluran-saluran perubahan sosial budaya
Saluran-saluran perubahan sosial merupakan saluran-saluran yang dilalui oleh suatu proses perubahan. Adapun saluran-saluran tersebut adalah lembaga kemasyarakatan dalam bidang ekonomi, bidang agama, bidang pendidikan, rekreasi, pemerintahan, dan sebagainya.
Dalam kenyataannya lembaga kemasyarakatan yang pada waktu mendapatkan penilaian tertinggi dari masyarakat maka cenderung untuk menjadi saluran utama perubahan sosial. Perubahan lembaga kemasyarakatan tersebut akan membawa akibat pada lembagalembaga kemasyarakatan lainnya. Sebab lembaga kemasyarakatan merupakan suatu sistem integrasi. Saluran-saluran berfungsi sebagai alat perkenalan agar suatu perubahan dapat diterima dan diakui serta digunakan oleh masyarakat. Begitu pula halnya dalam bidang pendidikan, tidak diskriminasi antara golongan-golongan. Setiap individu boleh memilih pendidikan berdasarkan yang disukai. Pada akhirnya perubahan ini berpengaruh pada pola perilaku dan nilainilai masyarakat Indonesia.
Internet, televisi merupakan media penyampaian dan sebagai salah satu alat globalisasi. Internet dan televisi dapat memperluas wawasan tapi internet dan televisi sebagai alat hiburan pada saat ini sering bertentangan dengan nilai sosial budaya dan norma yang dianut masyarakat, terutama dalam internet terdapat situs-situs yang tidak pantas dilihat pada usia remaja. Bagaimana menurut anda dampak positif dan negatifnya bagi kehidupan remaja?
Menurut Prof. Soejono Soekanto, disintegrasi adalah proses pudarnya norma-norma dan nilai-nilai dalam masyarakat karena adanya perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga masyarakat. Situasi disintegrasi dipengaruhi oleh timbulnya ketidaksepahaman diantara anggota, tidak patuh terhadap norma-norma yang berlaku, menurunnya kewibawaan tokoh-tokoh masyarakat, dan tidak berfungsinya sanksi-sanksi dan sebagainya.
2. Gejala-gejala Disintegrasi Sosial
Disorganisasi sosial akan mendahului disintegrasi sosial. Adapun gejalanya sebagai berikut:
- Ada pertentangan norma-norma dalam masyarakat sehingga menimbulkan kebingungan bagi anggota masyarakat itu sendiri.
- Norma-norma masyarakat tidak dapat berfungsi dengan baik sebagai alat untuk mencapai suatu tujuan masyarakat.
- Terjadi interaksi sosial yang ditandai dengan proses sosial yang disasosiatif.
- Tidak ada sanksi yang tegas bagi pelanggar.
- Tindakan-tindakan masyarakat sudah tidak lagi sesuai dengan normanorma masyarakat.
- Tidak ada persepsi atau persamaan pandangan diantara anggota
masyarakat mengenai tujuan yang semula dijadikan pegangan atau patokan oleh setiap anggota masyarakat. Proses disintegrasi yang terjadi di masyarakat dapat menimbulkan akibat atau dampak bagi kehidupan di masyarakat.
Setelah mengetahui perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat mengalami suatu proses dalam pembentukan dampak atau akibat dalam kehidupan masyarakat. Bagaimanakah bentuk-bentuk disintegrasi sosial yang terjadi di masyarakat? Akan dipelajari pada bab ini.
3. Bentuk-bentuk Disintegrasi Sosial
a. Pergolakan daerah
Pergolakan daerah adalah suatu gerakan rasial vertikal dan horizontal yang dilakukan serentak di suatu daerah untuk melaksanakan kehendak atau cita-citanya.
Sebab-sebab terjadinya pergolakan daerah:
- Tindakan sewenang-wenang dari pemegang kekuasaan.
- Perbedaan ideologi antar golongan dalam masyarakat.
- Adanya tokoh sebagai pendorong dari timbul pergolakan akibat pergolakan daerah.
- Adanya pertentangan-pertentangan sosial yang berkepanjangan dan sulit diatasi.
Akibat pergolakan daerah:
- Timbulnya berbagai kelawanan dan gangguan keamanan
- Mobilitas dan aktivitas masyarakat terganggu.
- Terjadinya perubahan-perubahan yang cenderung negatif terhadap aspek-aspek kehidupan masyarakat.
- Merugikan diri sendiri, masyarakat, dan negara baik yang bersifat material maupun non material.
b. Kenakalan remaja
Kenakalan remaja adalah semua perbuatan anak remaja (usia belasan tahun) yang berlawanan dengan ketertiban umum (nilai, norma yang diakui bersama) yang ditujukan pada orang, binatang, dan barang-barang yang dapat menimbulkan bahaya
atau kerugian pada pihak lain (Simanjuntak, 1972:40).
Tanda-tanda anak nakal:
- Sekolah sering membolos.
- Kebut-kebutan, minum-minuman, suka coret-coret tembok.
- Berani terhadap orang tua atau guru.
- Siswa bandel, kasar, dan sulit diatur.
- Memakai dan memasuki jaringan pemakaian dan pengedar obat-obatan terlarang.
- Melakukan tindakan penyimpangan seksual yang tidak sesuai dengan nilai-nilai serta norma-norma yang berlaku, misalnya pemerkosaan dan kumpul kebo. Anak jalanan perlu mendapat perhatian agar mereka tidak mengarah pada jalan yang salah.
- Melakukan tindakan kriminalitas lainnya, misalnya merampok, membunuh, dan mencuri.
Faktor-faktor penyebab terjadinya kenalakan remaja
Faktor yang menyebabkan terjadinya kenakalan remaja secara umum dapat dikelompokkan kedalam dua faktor yaitu sebagai berikut.
a. Faktor intern
- Faktor kepribadian.
- Faktor kondisi fisik.
- Faktor status dan peranannya di masyarakat.
b. Faktor ekstern
- Kondisi lingkungan keluarga.
- Kontak sosial dari lembaga masyarakat kurang baik atau kurang efektif.
- Kondisi geografis atau kondisi alam fisik.
- Faktor kesenjangan ekonomi dan disintegrasi politik.
- Faktor perubahan sosial yang begitu cepat.
c. Kriminalitas
Kriminalitas adalah suatu tindakan kejahatan yang secara tegas melanggar nilai dan norma yang berlaku di masyarakat, dan selalu membawa kerugian baik fisik maupun psikis, baik bagi dirinya atau orang lain.
Menurut E. H Sutherland, proses-proses sosial yang dapat menyebabkan seseorang Tindakan tegas dari petugas terhadap pelaku tindak kriminal. menjadi penjahat atau melakukan tindakan kriminalitas yaitu sebagai berikut.
- Faktor imitasi.
- Kekecewaan yang luar biasa.
- Kompensasi.
- Identifikasi.
- Pelaksanaan peranan sosial.
Contoh-contoh tindakan kriminalitas kejahatan:
- Pencurian, perampokan, korupsi, dan pembunuhan.
- Penganiayaan, pelanggaran ekonomi, perdagangan gelap, penghianatan negara, penculikan, penggunaan obat terlarang dan penggunaan senjata api secara ilegal.
C. Tantangan Globalisasi Terhadap Eksistensi Jati Diri Bangsa
Globalisasi menghadirkan suatu tantangan baru bagi Bangsa Indonesia. Tantangan ini bersifat global dan dapat mengancam eksistensi keberadaan jati diri bangsa Indonesia. Perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat tidak selamanya menimbulkan dampak positif, artinya dengan adanya perubahan sosial dapat menimbulkan problema-problema sosial. Problema sosial ini mempunyai hubungan yang erat dengan kondisi sosial. Indonesia banyak mengalami tantangan yang terlihat semakin kompleks dari hari ke hari. Adapun problema interval, baik menyangkut kehidupan politik, sosial, ekonomi maupun budaya yang semakin tampak rumit.
Begitu pula tantangan yang menyerang dari luar yang tidak mudah untuk dikendalikan. Meskipun pemerintah kita telah mengalami beberapa kali pergantian rezim dan orde baru. Dalam kenyataanya pemerintah barupun yang menggantikannya belum mampu untuk mengatasi problematika internal.
Agar terjadinya proses perubahan sosial di masyarakat tidak mengakibatkan memudarnya jati diri bangsa. Menurut Simanjuntak perlu dilakukan suatu perencanaan, yang meliputi perencanaan sosial, perencanaan per sektor, dan perencanaan pembangunan sosial.
Problematika yang menjadi tantangan global terhadap eksistensi jati bangsa adalah sebagai berikut:
1. Kemajuan teknologi informasi telah menjadikan jarak spasial semakin sempit dan jarak waktu semakin memendek. Akibatnya, bagi bangsa Indonesia yang berorientasi pada negara-negara maju, dalam waktu singkat dapat beradaptasi terutama di bidang sosial, teknologi, budaya, dan ekonomi. Akhirnya memungkinkan timbulnya kehidupan sosial budaya dalam persaingan yang tajam.
Pada zaman dulu bangsa Indonesia terkenal sebagai masyarakat yang kuat solidaritasnya. Sedangkan pada saat ini menjadi masyarakat egois.
2. Solidaritas masyarakat Indonesia tidak hanya berkaitan dengan budaya, tetapi juga dimensi politik, sosial, dan ekonomi masyarakat sehingga proses globalisasi informasi membawa dampak yang sangat kompleks.
3. Salah satu dampak globalisasi informasi bagi bangsa Indonesia yaitu dimulai dari timbulnya krisis moneter yang kemudian berkembang menjadi krisis multidimensi. Masalah pluralitas masyarakat mendapat tantangan yang besar dan akibat dari adanya globalisasi. Diskusikan bersama teman anda, bagaimana pengaruh terhadap berbagai tantangan yang muncul!
D. Gagasan atau Pemikiran Untuk Mengatasi Memudarnya Jati Diri Bangsa
Perubahan sosial budaya yang terjadi di lingkungan masyarakat bersifat secara umum dan meluas. Pengertian jati diri adalah suatu sifat, watak, rasa, akal, kehendak, semangat, roh kesadaran, dan kekuatan yang terdapat dalam jiwa manusia sebagai hasil proses belajar tentang nilai-nilai budaya yang luas dan yang muncul dalam perilaku atau tindakan. Jati diri itu ada yang bersifat individual, dan juga bersifat kolektif yaitu bangsa dan negara. Jati diri manusia bangsa Indonesia memiliki ciri khas yang tentu berbeda dengan jati diri manusia, bangsa dan negara lain di dunia.
Jati diri dapat mengkristalkan menjadi suatu kesadaran dan kekuasaan yang dapat mempengaruhi dan menentukan tindakan atau perilaku baik secara individu maupun secara kelompok. Jati diri akan menjadi bagian penting dalam interaksi simbolik dalam masyarakat
dan akan membangun citra manusia, bangsa, dan negara. Jati diri yang telah temurun ini berbasis kepada budaya dan kepribadian Indonesia antara lain:
1. Demokrasi 9. Profesional
2. Naturalis 10. Nasionalisme dan patrionalisme
3. Religius 11. Berjiwa Kultural
4. Humanis 12. Berjiwa seni dan estetika
5. Integrasi dan Humoris 13. Beriptek
6. Terbuka 14. Etis dan Moralis
7. Jujur dan Adil 15. Berkomitmen terhadap kebenaran
8. Mandiri 16. Kepatuhan dan hukum
Globalisasi berpengaruh terhadap keberadaan masyarakat sebagai suatu bangsa yang meliputi berbagai bidang kehidupan. Mengatasi memudarnya jati diri bangsa adalah dengan pembangunan di segala bidang kehidupan, baik itu bidang politik dan dalam bidang sosial budaya.
1. Bidang Ekonomi
Perekonomian merupakan faktor utama dalam kehidupan di masyarakat. Dalam modernisasi di bidang ekonomi perlu dilakukan langkah-langkah adanya persaingan yang sehat. Dalam arti tidak hanya monopoli dari salah satu pihak. Dalam mengatasi perekonomian di dunia globalisasi perlu peningkatan dalam membina usaha-usaha kecil seperti pemberdayaan perekonomian. Bidang ekonomi merupakan bidang yang dapat meningkatkan kesejahteraan.
2. Bidang Politik
Reformasi membawa perubahan hampir disegala bidang kehidupan di negara Indonesia. Perubahan itu ada perubahan positif dan bermanfaat bagi masyarakat, dan ada juga perubahan yang negatif. Globalisasi mengakibatkan kesulitan menentukan jati diri bangsa.
Berbagai ideologi, mulai dari ekstrim kiri sampai ekstrim kanan, menarik perhatian bangsa kita terutama generasi muda untuk dipelajari, dipahami, dan diterapkan dalam upaya mencari jati diri bangsa.
3. Bidang Sosial Budaya
Berbicara tentang dinamika perkembangan seni dan budaya Indonesia yang begitu dinamis. Selama ini mengiring kita untuk selalu melakukan introspeksi dalam hal tersebut di atas, Jakob Sumardjo mengatakan, paling tidak dalam menjaga dan mempertahankan identitas wilayah etnik dan bangsa secara nasional, tetap berada dalam koridor perkembangan kualitas dan globalisasi dengan mempertahankan dan membentuk identitas jati diti bangsa Indonesia secara sungguh-sungguh. Dalam bidang sosial budaya perlu adanya peningkatan dalam sumber daya manusia, perluasan tenaga kerja dan sebagainya.
4. Bidang Agama
Dalam era globalisasi agama dapat menjadi benteng dari laju arus modernisasi agar tidak menuju ke arah sekulerisme yaitu suatu paham atau pandangan yang berpendirian bahwa moralitas tidak perlu didasarkan pada ajaran agama. Agama dalam masyarakat Indonesia berhubungan dengan keyakinan serta pegangan hidup warga masyarakat, oleh karena itu bidang keagamaan perlu memantapkan fungsi dan perannya terutama dalam peningkatan pendidikan agama. Membina kerukunan hidup antar umat beragama sehingga tercipta keharmonisan dan kerukunan yang akhirnya dapat memperkuat jati diri bangsa dalam kehidupan bernegara.
5. Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Kecanggihan teknologi komunikasi dan informasi ternyata belum mampu menjangkau ke seluruh masyarakat modern, media tradisional menjadi suatu alternatif yang sangat penting.
Pendidikan sebagai proses humanisasi menekankan pembentukan makhluk sosial yang mempunyai otonomi moral dan kedaulatan budaya.
0 komentar:
Post a Comment