Powered by Blogger.

Sosiologi MA Kelas XI Kurikulum 2013



BAB I 
Pembentukan Kelompok Sosial

A. PENGERTIAN KELOMPOK SOSIAL
Definisi menurut beberapa ahli:
1. Paul B. Horton dan Chester L. Hunt, kelompok social sebagai kumpulan manusia yang memiliki kesadaran akan keanggotaannya dan saling berinteraksi.
2. Soerjono Soekanto, kelompok social adalah himpunan atau kesatuan-kesatuan manusia yang hidup bersama karena adanya hubungan antara mereka secara timbale balik dan saling mempengaruhi
3. Hendropuspito, kelompok social sebagai suatu kumpulan nyata, teratur dan tetap dari individu-individu yang melaksanakan peran-perannya secara berkaitan guna mencapai tujuan bersama.
Dapat disimpulkan bahwa kelompok social adalah sekumpulan manusia yang memiliki persamaan cirri dan memiliki pola interaksi yang terorganisir secara berulang-ulang, serta memiliki kesadaran bersama akan keanggotaannya.

B. SYARAT KELOMPOK SOSIAL
1. Setiap anggota kelompok memiliki kesadaran bahwa ia bagian dari kelompok tsb.

2. Adanya hubungan timbal balik antaranggota
3. Adanya faktor pengikat, seperti kesamaan ideologi, kesamaan kepentingan atau kesamaan nasib
4. Memiliki struktur, kaidah dan pola perilaku
5. Bersistem dan berproses

C. CIRI-CIRI KELOMPOK SOSIAL
1. Merupakan kesatuan nyata dan dapat dibedakan dari kelompok atau kesatuan manusia lain
2. Memiliki stuktur sosial yang setiap anggotanya memiliki status dan peran tertentu
3. Memiliki norma yang mengatur hubungan diantara para anggotanya
4. Memiliki kepentingan bersama
5. Adanya interaksi dan komunikasi di antara para anggotanya

D. DASAR PEMBENTUKAN KELOMPOK SOSIAL
1. Faktor kepentingan yang sama (Common Interest)
Misalnya : kelompok arisan, kelompok seniman, kelompok olahragawan
2. Faktor darah dan keturunan yang sama (Common Ancestry)
Misalnya : kelompok keturunan Arab, kelompok keturunan Cina
3. Faktor geografis
Misalnya : masyarakat yang tinggal di daerah Pantai membentuk kelompok nelayan
4. Faktor daerah asal yang sama
Misalnya : KMJB (Keluarga Mahasiswa Jabar), Keluarga Besar Minang
F. TIPE-TIPE KELOMPOK SOSIAL
1. Klasifikasi Durkheim
a. Solidaritas Mekanik, sederhana dan belum ada pembagian kerja
b. Solidaritas Organik, sudah ada pembagian kerja
2. Klasifikasi Ferdinand Tonnies
a. Gemeinschaft, sifatnya intim, pribadi, dan eksklusif
b. Gesselschaft, sekumpulan orang yang kebetulan berkumpul bersama tetapi setiap orang mandiri
3. Klasifikasi Charles H Cooley dan Ellsworth Farris
a. Kelompok Primer, sifatnya kekeluargaan
b. Kelompok Sekunder, sifatnya kelembagaan
4. Klasifikasi W.G Sumner
a. In Group
b. Out Group
5. Klasifikasi Soerjono Soekanto
a. Berdasarkan besar kecilnya jumlah anggota
Menurut George Simmel hubungan sosial dengan sfokus satu orang disebut monad, kemudian monad        dikembangkan menjadi dyad, triad.
b. Berdasarkan derajat interaksi sosial
Kelompok yang saling mengenal dan tidak saling mengenal
c. Berdasarkan kepentingan dan wilayah
Contohnya, komunitas dan kerukunan
d. Berdasarkan derajat organisasi
Kelompok yang terorganisasi dengan kelompok tak terorganisasi
e. Berdasarkan kesadaran terhadap jenis yang sama
In-group dan out-group
f. Berdasarkan hubungan sosial dan tujuan
Kelompok Primer, Paguyuban Kelompok Sekunder, Patembayan

G. POLA HUBUNGAN ANTAR KELOMPOK
1. Akulturasi, terjadi bila kebudayaan dua kelompok ras berbaur dan berpadu
2. Dominasi, terjadi bila suatu kelompok ras menguasai kelompok ras yang lain
Contohnya: genosida, perbudakan, pengusiran, segresi, asimilasi
3. Paternalisasi, dominasi kelompok pendatang terhadap penduduk pribumi
4. Integrasi , mengakui adanya perbedaan ras dalam masyarakat
5. Pluralisme, pola hubungan yang mengakui adanya persamaan hak politik dan hak perdata masyarakat


BAB II 

Permasalahan Sosial dalam Masyarakat

Pengertian Masalah Sosial
Masalah-masalah sosial menyangkut nilai-nilai sosial yang mencangkup pula segi moral, karena untuk dapat mengklasifikasikan suatu persoalan sebagai masalah sosial, harus digunakan penilaian sebagai pengukurannya. Ababila suatu masyarakat dianggap sakit jiwa, bunuh diri, perceraian, penyalahgunaan obat bius sebagai masalah sosial masyarakat tersebut tidak semata-mata menunjuk pada tata kelaukan yang menyimpang. Akan tetapi sekaligus juga mencerminkan ukuran-ukuran umum mengenai segi moral. Masalah tersebut merupakan persoalan karena menyangkut tata kelakuan yang immoral, berlawanan dengan hukum dan bersifat merusak. Oleh sebab itu masalah-masalah sosial tidak akan mungkin ditelaah tanpa mempertimbangkan ukuran-ukuran masyarakat mengenai apa yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk.
Masalah sosial merupakan suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Atau menghambat terpenihinya keinginan-keinginan pokok warga kelompok sosial tersebut sehingga menyebabkan kepincangan ikatan sosial. Dalam keadaan noramal terdapat integrasi serta keadaan yang sesuai pada hubungan-hubungan antara unsur-unsur kebuidayaan atau masyarakat. Adapun klasifikasi masalah sosial berdasarkan sumber-sumbernya yaitu ekonomis, biologis, biopsikologis dan kebudayaan. Klasifikasi yang berbeda mengadakan penggolongan atas dasar kepincangan-kepincangan dalam warisan fisik, biologis, sosial dan kebijakan sosial.
Adapun suatu masalah dapat dikatakan masalah sosial apabila:
1.    Tidak adanya kesesuaian antara ukuran/nilai-nilai sosial dengan kenyataan-kenyataan /tindakan-tindakan sosial.
2.    Sumber-sumber sosial dari masalah sosial, yaitu merupakan akibat dari suatu gejala sosial atau bukan yang menyebabkan masalah sosial. Contohnya: gagal panen.
3.    Pihak-pihak yang menetapkan apakah suatu kepincangan merupakan gejala sosial atau tidak tergantung dari karakteristik masyarakatnya.
4.    Manifest social problems dan latent social problems
5.    Perhatian masyarakat dan masalah sosial
6.    Sistem sosial dan dapatnya suatu masalah sosial diperbaiki.
Beberapa Masalah Sosial Dalam Masyarakat
1.    Kemiskinan
Kemiskinan diartikan sebagai suatu keadaan dimana seseorang tidak sanggup memelihara dirinya sendiri sesuai dengan taraf kehidupan kelompok dan juga tidak mampu memanfaatkan tenaga mental maupun fisiknya dalam kelompok tersebut. Pada masyarakat yang bersahaja susunan dan organisasinya kemiskinan mungkin bukan merupakan masalah sosial karena mereka menganggap bahwa semuanya telah ditakdirkan sehingga tidak ada usaha-usaha untuk mengatasinya. Namun dalam masyarakat modern yang rumit, kemiskinan menjadi suatu masalah sosial karena sikap yang membenci kemiskinan tersebut. Seseorang bukan karena miskin karena kurang makan, pakaian atau perumahan tetapi karena harta miliknya dianggap tidak cukup untuk memenuhi taraf kehidupan yang ada. Hal ini terlihat dikota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta.
2.            Kejahatan
Kejahatan disebabkan karena kondisi-kondisi dan proses-proses sosial yang sama, yang menghasilkan perilaku-perilaku sosial lainnya. Untuk mengatasi masalah kejahatan dapat dilakukan tindakan-tindakan represif yaitu dengan teknik rehabilitasi.
3.            Disorganisasi keluarga
Merupakan perpecahan keluarga sebagai suatu unit karena anggota-anggotanya gagal memenuhi kewajiban-kewajibanya yang sesuai dengan peranan sosialnya.pada umumnya masalah-masalah tersebut disebabkan karena kesulitan-kesulitanuntuk menyesuaikan diri dengan tuntutan-tuntutan kebudayaan. Ada juga disorganisasi keluarga karena tidak adanya keseimbangan dari perubahan unsur-unsur warisan sosial.
4.            Peperangan
Masalah peperangan berbeda dengan masalah sosial lainnya karena menyangkut beberapa masyarakat sekaligus sehingga memerukan kerjasama internasional yang hingga kini belum berkembang dengan baik. Perkembangan teknologi yang pesat semakin memodernisasikan cara-cara berperang dan menyebabkan pula kerusakan-kerusakan yang lebih dekat ketimbang masa-masa yang lampau. Peperangan merupakan satu bentuk pertentangan dan juga suatu lembaga kemasyarakatan.
Dampak Permasalahan Sosial dalam Masyarakat
Adanya berbagai masalah sosial di lingkungan masyarakat dapat membawa dampak bagi masyarakat itu sendiri. Dampak yang muncul juga sangat beragam, baik dampak positif maupun negatif. Adapun dampak negatif dari adanya permasalahan sosial di masyarakat, antara lain:
1.    Meningkatnya tingkat kriminalitas.
2.    Adanya kesenjangan antara orang kaya dan orang miskin.
3.    Adanya perpecahan kelompok.
4.    Munculnya perilaku menyimpang
5.    Meningkatkan pengangguran

Share on Google Plus

About PUNOKAWAN

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Post a Comment